Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Written By Unknown on Senin, 02 Januari 2012 | 09.24

 
 
Para perokok yang khawatir bahwa mereka harus berjuang untuk tetap tenang setelah menghentikan kebiasaan merokok mereka, harus mencatat hal ini. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang-orang yang berhenti merokok bisa mengatasi stres yang dialami setelah berhenti merokok.

Peneliti dari University of Wisconsin meneliti dampak psikologis dari berhenti merokok setelah memperhatikan bahwa para perokok berasumsi bahwa berhenti merokok bisa menurunkan kualitas hidup mereka.

Menurut para peneliti yang menulis di the Annals of Behavioural Medicine, para perokok itu khawatir mengenai kemampuan mereka untuk mengatasi stres dan efek-efek negatif, pengasingan sosial, kehilangan kesenangan dan keinginan yang berkelanjutan. Mereka mengatakan bahwa meskipun diketahui dengan baik bahwa berhenti merokok bisa meningkatkan kesehatan dan menyelamatkan kehidupan, namun ada hasil penelitian kecil yang mempengaruhi efek dari kualitas hidup sehat.

Para peneliti yang dipimpin oleh Dr. Megan Piper, menunjukkan sebuah ‘placebo-controlled trial’ yang melibatkan lebih dari 1.500 pria dan wanita perokok, yang kemudian diminta untuk mencoba berhenti dari kebiasaan merokoknya.

Para partisipan ini kemudian melengkapi evaluasi dan mengambil tes biokimia untuk mengkonfirmasikan status merokok mereka pada saat awal penelitian, tahun pertama setelah penelitian dan tiga tahun kemudian.

“Penelitian ini memberikan tambahan informasi penting untuk para perokok yang mempertimbangkan untuk berhenti. Memang berhenti merokok itu sulit, tetapi jika Anda bisa melakukannya, tak hanya kesehatan Anda yang meningkat tetapi juga Anda akan merasa lebih baik secara keseluruhan,’’ kata Dr. Piper seperti diungkapkan kepada Daily Mail online edisi 14 Desember 2011.

Pengukuran kualitas hidup termasuk kesehatan, penghargaan diri, filosofi hidup, standar kehidupan, pekerjaan, rekreasi, proses belajar, kreativitas, hubungan cinta, persahabatan, hubungan keluarga, rumah dan komunitas.

Dibandingkan dengan mereka yang terus merokok, orang-orang yang berhenti merokok mendapatkan skor yang lebih tinggi dalam semua kategori pengukuran dan mempunyai lebih banyak emosi positif baik pada tahun pertama maupun tiga tahun kemudian. Mereka juga mengatakan bahwa mereka merasa hanya sedikit mengalami strss tentang sesuatu pada tahun ketiga.

Para penulis mengatakan, “Penelitian ini memberikan bukti penting bahwa berhenti merokok lebih meningkatkan kesejahteraan dibandingkan mereka yang merokok.”
Ditambahkan bahwa, “Para perokok mungkin mengira bahwa berhenti merokok bisa menurunkan kenyamanan hidup atau kualitas hidup sebab mereka yakin hal itu bisa mengganggu rutinitas, mengganggu hubungan baik, membuat kesenangan merokok hilang atau akan menyebabkan mereka kehilangan kemampuan membuat strategi,”

Namun, kata para peneliti tersebut, “Temuan kami menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, orang-orang ini menjadi lebih bahagia dan lebih puas dengan hidup mereka jika mereka berhenti merokok daripada jika mereka tidak berhenti merokok.”
sumber :tempo.co

0 komentar:

Posting Komentar